The Secience of Happiness

The Secience of Happiness

  • 26 April 2018, 15:22
  • mysuper

Sebuah survey yang dilakukan Fin-Q Citibank dilaporkan November 2008 menyebutkan bahwa “6 dari 10 orang Indonesia tidak yakin dengan tabungan mereka akan mencukupi untuk memenuhi  kebutuhan financial dan membawa mereka pada kehidupan yang nyaman di masa pension.” Sebanyak 39% dari 400 responden yang dipilah secara acak menyatakan “agar pension kami nyaman, dukungan keuangan dari anak kami kelak sangat penting”. Yang lebih mendebarkan, kalau terjadi  Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), rata-rata responden mengaku, tabungan mereka (saat ini) hanya cukup menghidupi mereka selama 11 minggu. Menurut psikolog Wortman and Loftis, kemakmuran financial memang tidak menjamin kebahagiaan. Ia hanya membantu kita untuk dapat menjalankan aktivitas yang menyenangkan, pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang lebih baik dan beberapa kegunaan lainnya. Dan semua itu memiliki kontribusi terhadap kebahagiaan.

Agar kita tidak terjebak dalam pemahaman akan kekayaan financial yang salah, saya sering menggunakan istilah “terpaksa hidup sederhana” dan “memilih hidup sederhana”. Menurut anda mana yang lebih baik? Saya cenderung memilih yang kedua. Banyak orang-orang besar di dunia yang bias dan sangat mampu untuk hidup mewah tetapi mereka memilih untuk hidup sederhana. Sebut saja misalnya Rasulullah Saw. Beliau adalah orang yang kaya sejak muda. Beliau senang dengan kenikmatan dunia tetapi lebih senang kenikmatan akhirat.

BIDANG RELATION

                Anak saya yang bernama Hudzaifahat berumur 4 tahun (TK nol kecil) pernah bertanya dengan sangat polosnya kepada uminya. “Mi, abi kok kerja terus sih”. Uminya cerita pada saya bahwa afif pernah bicara seperti itu. Memang, saya adalah orang yang termasuk suka keluyuran disaat weekend. Bahkan, saat saya sudah sangat sibuk menjadi dokter muda (saat itu saya dan istri sudah punya 2 momongan), kebiasaan keluyuran saat weekend malah menjadi-jadi dikarenakan kesibukan menjadi pembicara yang mungkin sudah menjadi panggilan jiwa saya.

Yang lebih menghebohkan lagi, menurut guru di sekolahnya, ia pernah mogok tidak mau masuk kelas karena pengen dijemput abi (maksutnya ; saya). Bahkan setelah itu ia sakit dan pingsan di vespa opanya yang setiap hari menjemputnya. Sampai-sampai opanya kebingungan, afif dititipkan di warung dan opanya bergegas pulang mengambil mobil untuk membawa afif ke rumah sakit. Opanya khawatir ada apa-apa dengan cucu kesanyangannya. Alhamdulillah, opanya cerita, saat beliau sampai di warung dengan mobil dan hati yang tidak karuan khawatirnya beliau melihat afif sudah ceria sambil makan rawon dan the disuapi si pemilik warung yang baik hati itu.

Cerita pribadi di atas adalah sebuah ilustrasi tentang kritikanseorang anak tehadap ayahnya. Saya bersyukur, Allah memberitahukan perasaan afif pada kami sesegera mungkin sehingga kami dapat memperbaiki sikap kami. Bayangkan jika bentuk protes afif bukanlah mogok sekolah tetapi “yang lain” disaat ia sudah besar yang mungkin membuat kami sudah terlambat memperbaiki sikap kami padanya.

Saya jadi teringat sebuah artikel yang pernah menghebohkan masyarakat amerika tahun 1990 di majalah terkemuka Fortune. Artikel itu berjudul “Mengapa Eksekutif kelas hanya bias menjadi Orang Tua Kelas E?” Artikel itu kemudian mendorong para ahli psikologi untuk menulis teori, membuat tips dan menulis buku untuk mengakhiri perang antara karir dan keluarga. Disinilah sesungguhnya peran besar dari sebuah keseimbangan hubungan. Hubungan yang sehat dalam keluarga dapat kita mulai dengan membangun hubungan yang sehat antar pasangan. Ada sebuah konsep yang dapat kita gunakan untuk dapat membangun hubungan antar pasangan dan anak-anak yang penuh cinta. Konsep ini dinamakan The Mountain of love. Konsep ini berisi 11 langkah-langkah untuk mencapai puncak dari sebuah hubungan yang penuh cinta.

Langkah 1.Contact

Jalinlah kontak yang rutin dengan keluarga.Tentu yang terbaik adalah kita berada di samping mereka, bermain bersama mereka, bercanda dst. Jika kita berada di luar rumah, sempatkan menjalin kontak dengan telepon atau SMS. Berbicaralah dengan pasangan dan anak-anak anda. Kontak adalah tangga pertama menjalin hubungan yang penuh cinta.

Langkah 2.Attraction

Tariklah perhatian pasangan dan anak-anak kita dengan tampil menarik dan menyenangkan. Saya punya pengalaman unik dengan anak kedua saya. Awalnya saya sempat shock ketika anak kedua saya sering menjauhi saya. Usut punya usut ternyata badan saya bau. Selama ini memang dia senang mendekati saya kalau saya berangkat kerja baunya harum karena pakai parfum. Akhirnya sekarang kalau di rumah saya pakai parfum untuk menarik perhatiannya. Dan seketika anak kedua saya mendekat dan sambil mencium baju saya dia mengatakan “Dasyaaat”.

Langkah 3.Similarity

Sadarilah bahwa kita dan keluarga adalah sama banyak dalam hal. Kalau kita suka didiamkan, mereka juga tidak suka didiamkan. Kalau kita tidak suka dimarahi tanpa alasan, mereka pun tidak suka dimarahi tanpa alasan. Karenanya, cobalah susun 3 perlakuan yang menyenangkan buat anda dan lakukan 3 hal itu sesering mungkin pada pasangan dan anak-anak anda. Dan cobalah susun 3 perlakuan yang tidak menyenangkan bagi anda dan jangan lakukan itu pada pasangan dan anak-anak anda.

Langkah 4.Compatibility

 Cobalah menyenangi sesuatu yang disenangi pasangan anda. Mulailah dari hal sepele misalnya makanan. Menyenangi apa yang disenangi pasangan dapat membuat hubungan cinta semakin erat.

Langkah 5.Communication

Komunikasi adalah jendela sebuah hubungan. Komunikasi adalah suatu cara dimana kita dapat mengungkapkan cinta dan perhatian kita. Dan komunikasi ternyata bukanlah sekedar kata-kata. Sentuhan misalnya………sentuhan ternyata merupakan bentuk komunikasi yang disebut komunikasi taktil. Menurut Smith.A dari Cuttaneus Communication Laboratory, sentuhan dapat membahasakan 5 hal yaitu detached (tanpa perhatian), mothering (kasih sayang), fearful (takut), angry (marah), dan playful (canda). Begitu juga dengan mimic muka. Mimik muka kita setidaknya dapat membahasakan 10 hal yaitu kebahagiaan, terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, muak, pengecaman, minat, takjub dan tekad. Melihat data-data di atas agaknya kita memang harus melibatkan body language kita dalam mengungkapkan perasaan cinta kita. Tentu dengan penuh ketulusan dan menjahui basa-basi.

Langkah 6.Honesty

 Langkah ini adalah langkah terpenting dalam mendaki the mountain of love. Kejujuran adalah pondasi dari sebuah kepercayaan. Karenanya, terbukalah dengan pasangan dan anak-anak kita. Janganlah terbiasa membohomgi mereka karena kebohongan pasti akan diikuti sekian banyak kebohongan yang lainnya. Jadikanlah kejujuran sebagai budaya dalam keluarga anda. Tunjukanlah keteladanan. Mulailah dari hal-hal yang kecil agar keluarga kita tahu bahwa mereka hidup dalam sebuah rumah yang penuh dengan kejujuran.

Langkah 7.Understanding

Cobalah memahami pasangan dan anak-anak kita. Yang paling penting adalah memahami emotional need mereka karena emotional need tiap orang berbeda-beda. Hubungan yang baik tidak akan terjalin jika terjadi unmet emotional need dalam sebuah keluarga. Unmet emotional need adalah kebutuhan dasar emosi yang melandasi yang melandasi munculnya perasaan tidak menyenangkan. Cobalah peka dengan kebutuhan emosi mendasar pasangan dan anak-anak kita. Beberapa emotional need yang sering terdapat pada seseorang adalah ingin dihargai, dianggap kompeten, diterima, ingin dimaafkan atau dimintai maaf, ingin tantangan, ingin dianggap 1 kelompok, ingin aman, ingin diperlakukan fair, ingin tuntas, ingin merasa dibutuhkan dan beberapa emotional need yang senada dengan hal diatas.

Langkah 8.Acceptance

Kita harus berusaha menerima pasangan dan anak-anak kita lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangan. Penerima adalah vitamin yang bergizi bagi sebuah cinta. Ada sebuah kisah menarik tentang anak cacat yang bernama Hirotoda Ototake. Ia lahir dengan tetra-amelia alias tidak punya tangan dan kaki. Tapi sekarang ai menjadi salah satu motivator hebat di dunia. Bukunya yang bejudul No One’s Perfect telah menjadi mega best seller di dunia. Ternyata semua itu dimulai dari jiwa besar ayah bundanya yang menerima dia apa adanya. Ayah dan ibunya telah menunjukkkan cinta tak bersyarat (unconditioned love) untuknya. Bahkan saat ini ibunya ditanya tentang kondisi Otto anaknya dan kenapa tidak dimasukkan sekolah luar biasa, dengan tersenyum ia menjawab “……..menyembunyikan Otto sama dengan menyembunyikan matahari”.

Langkah 9.Respect

Cinta harus didukung rasa hormat kepada pasangan dan anak-anak kita. Hormat dalam arti menghormati hak-hak mereka. Kita berusaha memenuhi kebutuhan mereka baik yang bersifat materi maupun non materi.

Langkah 10.Trust

Kepercayaan adalah langkah tertinggi dalam the mountain love. Kepercayaan adalah tali yang harus kokoh dan tidak boleh terputus. Semua langkah dari langkah 1 sampai 9 sebenarnya adalah upaya untuk membuat tali TRUST ini tetap kokoh. Jauhilah prasangka, dugaan dan jauhkan setiap mind illusion yang mungkin terjadi dalam hubungan kita.

Jika ke 10 langkah di atas berhasil kita lakukan maka kita akan sampai di puncak the mountain of love yaitu GROWTH. Cinta kita akan terus tumbuh bersemi dan membuahkan kabahagiaan dalam hidup kita.

 

FISIK

Tubuh kita juga memiliki hak untuk kita penuhi. Hak pertama dari tubuh kita adalah beristirahat dan relaksasi yang cukup. Allah menjadikan sebagian malam bukanlah tanpa alasan dan hikmah. Allah menjadikan sebagian malam kita untuk beristirahat. Dengan istirahat, kita akan meremajakan sel-sel di dalam tubuh kita dan membuatnya siap menghadapi tantangan dunia esok hari. Selain istirahat (tidur), tubuh juga memerlukan relaksasi. Kita membutuhkan saat bersantai dan relaks bukan hanya dengan tujuan memanjakan diri, tetapi untuk mengumpulkan kembali performance terbaik kita. Dan relaksasi ternyata dapat memicu sedemikian reaksi hebat dari tubuh kita. Pada prinsipnya, relaksasi akan mengefektifkan penggunaan oksigen bagi tubuh kita. Jika otak anda dalam keadaan relak, ia tidak membutuhkan banyak oksigen. Dalam bentuk umpan balik, ia tidak bekerja berat dan dapat melakukan prosesnya dengan lebih tenang. Hal ini akan memicu pemikiran-pemikiran solutif yang tak terduga. Itulah mengapa banyak penemuan besar terjadi saat-saat bersantai. Fenomena Eureka muncul di saat relaks santai. Archiemedes menemukan hokum archiemedes saat ia bersantai di bak  mandi. JB Watson dan francis Crick menemukan bentuk rangkaian double helix Deoxyribo nucleic (DNA) saat santai, Fredricth August Kekule menemukan rantai kimia benzene 1865 saat relaks dalam sebuah bus di kota Ghent Belgia. James watt 1764 menemukan mesin uap saat berjalan santai senin sore. Ottp Loewi menemukan cara kerja sel syaraf saat berbaring di tempat tidur. Karenanya, penuhilah hak tubuh anda untuk relak sejenak maka akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa.

Hak kedua dari tubuh kita yang harus kita penuhi adalah makanan yang baik dan halal. Makanan yang kita makan menentukan produktivitas dan umur produktif kita. Makanan juga menentukan harapan hidup kita, karena penyakit degenatif yang diderita manusia modern dipengaruhi makanan yang ia makan. Dalam pandangan spiritual, makanan yang kita makan juga menentukan diterima atau tidaknya do’a kita. Karenanya, sebenarnya secara tidak langsung makanan yang kita makan mempengaruhi kabahagiaan kita karena makanan yang haram akan menghalangi  harapan-harapan yang kita panjatkan lewat do’a kita. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim Rasulullah pernah menyebutkan perihal seorang laki-laki menempuh perjalanan jauh, dengan rambut kusut dan tubuh berdebu, yang menengadahkan kedua tanganya ke langit seraya berdo’a, “Ya Rabbi, ya rabbi,” sedangkan makananya haram, minuman haram, pakaian haram, dan dia dikenyangkan dengan hal-hal yang haram. Maka bagaimana mungkin orang seperti itu akan dikabulkan do’anya?

Do’a adalah senjata orang mukmin, maka jangan biarkan senjata itu menjadi tumpul dengan mengenyangkan tubuh kita menggunakan sesuatu yang haram.

BIDANG INTELEKTUAL

Dalam sebuah acara seminar, Pak Rhenald kasali, Phd peernah mengatakan “bagaimanapun sekolah tetap penting………anak-anak Indonesia harus sekilah”. Saat itu disamping beliau ada motivator No.1 Indonesia Pak Andri Wongso yang kita tahu beliau adalah salah satu prototype pengusaha dan motivator sukses yang hanya mengeyam pendidikan SDTT-TBS (Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses). Sambil memandang pak Wongso, Pak Rhenald tersenyum dan mengatakan “Pak Andri ini dulu tidak sekolah bukan karena beliau tidak mau tetapi karena memang kehidupan memaksa beliau untuk harus bekerja menyambung hidup, tetapi saya yakin, Pak Andri pun akan mewajibkan anaknya sekolah”.

Kata-kata seorang Rhenald Kasali diatas menyiratkan pentingnya kita memiliki kekayaan intelektual. Dunia ini bergerak lebih maju dan terus mendatangkan kemudahan demi kemudahan kepada manusia karena ada sebagian orang di dunia ini yang terus mengasah kekayaan intelektualnya dan tanpa henti membuat riset-riset luar biasa. Leonardo Da Vinci adalah sedikit orang yang memiliki banyak kemampuan. Ia pelukis, ahli anatomi, juru masak handal, perancang instrument militer, pembuat protype pesawat sederhana, ahli botani, fisikawan, dan masih banyaj lagi. Mengapa Leonardo bias sedemikian piawai dalam berbagai banyak bidang? Michael J.Gelb (2001) merekontruksi cara-cara Leonardo mengasah kekayaan intelektualnya. Ada tujuh prinsip, yang pertama, curiosita: rasa ingin tahu yang mendalam. Kedua, dimonstrazione : menguji pengetahuan melalui pengalaman, ketekunan dan siap belajar dari kesalahan. Ketiga, sensazione : penajaman indera yang dilakukan terus menerus. Keempat, sfumato : kesediaan menerima hal-hal yang tidak pasti atau tampak bertentangan. Kelima, Arte/Scinza : mengembangkan keseimbangan ilmu dan seni, logika dan imajinasi, otak kiri dan otak kanan. Keenam, corporalita : pemupukan keunggulan, ketrampilan dua tangan, kebugaran dan sikap tubuh yang benar. Ketujuh, Connesione : pengakuan dan penghargaan teerhadap keterkaitan semua hal.

Dalam Islam, kekayaan intelektual tergambar dalam ibadah yang disebut tafakur. Tafakur adalah sebuah salah satu sarana kita mencapai kekayaan intelektual dan tentu kekayaan spiritual sekaligus. Tafakur adalah ibadah yang mudah bahkan dapat dilakukan tanpa gerakan apapun tetapi nilainya di mata Allah luar biasa Al Hasan bi Ali r.a, pernah mengatakan tafakur sesaat lebih baik daripada shalat malam satu malam penuh. Tafakur menurut hemat saya dapat dibagi menjadi dua yaitu tafakur yang non sistematis dan sistematis. Tafakur yang non sismtematis cukup dilakukan dengan menggerakkan pikiran kita merenungi ciptaan Allah baik dalam diri kita maupun di alam semesta. Sedangkan tafakur yang sistematis adalah tafakur yang melalui sedemikian proses metode ilmiah mulai dari penelusuran teori, penyusunan permasalahan dan hipotesa, eksperimen dan pembahasan. Tafakur yang sistematis ini sebenarnya banyak dilakukan para mahasiswa dan ilmuan masa kini tetapi sayangnya dilakukan hanya untuk mencari gelar semata tidak diniatkan untuk menjadi sarana dzikrullah (mengingat Allah).

bersambung. ..


Kirim Komentar