SEDEKAH SEBELUM WAFAT

SEDEKAH SEBELUM WAFAT

  • 12 November 2020, 14:25
  • mysuper
Sedekah berasal dari As-Shidq, artinya jujur. Sedekah disebut ‘burhan’ karena sedekah merupakan bukti kejujuran iman seseorang. Harta merupakan sesuatu yang dicintai manusia. Akan tetapi sesungguhnya harta itu milik Allah Taala.

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia meng-iba: 
“Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10).

Begitu pentingnya sedekah hingga dirindukan oleh orang-orang yang telah wafat.

Ketika kematian telah datang, seseorang akan berkata “ya Allah, berikanlah hamba kesempatan untuk kembali dan melaksanakan sholat, haji, serta ini dan itu untuk sedekah.” Dan begitulah pentingnya peran sedekah. Sedekah mampu menghentikan siksaan dan karena alasan tersebutlah seseorang harusnya mempermudah sedekah untuk dirinya sendiri.

Sedekah yang paling utama merupakan sedekah disaat sempit.

Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan ‘Abdullah bin Hubsyi Al Khots’ami’, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah ditanya sedekah mana yang paling afdhol (utama). Beliau menjawab, “Sedekah dari orang yang serba kekurangan.” (HR. An Nasai no.2526)

Sedekah akan memberikan kelapangan kepada pelakunya.

“Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Sesungguhnya Allah tidak membebani seorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” (QS. At Talaq ayat 65)

Sedekah tidak diutamakan dari jumlahnya saja, tetapi keikhlasan untuk melakukan perintah Allah bahkan disaat sempit.

Suatu waktu, Rasulullah SAW bersabda di depan para sahabatnya, beliau berkata,” Satu dirham dapat mengungguli 100.000 dirham. Kemudian salah seorang sahabat bertanya,”Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Ada seseorang yang mempunyai dua dirham, lalu mengambil satu dirham untuk disedekahkan. Ada juga orang yang mempunyai harta banyak, lalu mengambil 100.000 dirham untuk disedekahkan. (HR An-Nasa’I No. 2527 dan Imam Ahmad 2:379)

Semoga kita dimudahkan untuk terus bersedekah dijalan Allah disaat sempit maupun lapang.

Comments :

Belum ada Komentar yang ditampilkan

Kirim Komentar