MEMBERI SEKALI UNTUK SELAMANYA

MEMBERI SEKALI UNTUK SELAMANYA

  • 14 November 2020, 00:00
  • mysuper
Apakah benar sedekah yang diberikan atas nama orang yang telah meninggal dunia, apakah pahalanya sampai kepada orang yang meninggal tersebut?

Sedekah yang dikeluarkan seorang anak untuk salah satu atau untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia, maka pahalanya akan sampai kepada keduanya. Selain itu segala amal shalih yang diamalkan anaknya maka pahalanya akan sampai kepada kedua orang tuanya tanpa mengurangi pahala si anak

Menurut hadis yang diriwayatkan Buraidah RA ketika sedang bersama Rasulullah SAW, Buraidah berkata, Saat itu aku sedang bersama dengan Rasulullah lalu datang seorang perempuan. Dia berkata, Aku bersedekah kepada seorang budak perempuan atas nama ibuku yang telah wafat. Lantas, Rasulullah menjawab, Kamu pasti mendapat pahala dan warisnya diberikan kepadamu.

Perempuan itu bertanya, Ya Rasulullah, ibuku memiliki kewajiban untuk mengqada puasa selama sebulan, bolehkah aku berpuasa atas namanya? Lalu, Rasul menjawab, Berpuasalah atas namanya. Lalu, perempuan itu bertanya lagi, Ibuku juga belum menunaikan ibadah haji, bolehkan aku berhaji atas namanya? Lalu, Rasul menjawab lagi, Berhajilah atas namanya. (HR Bukhari-Muslim).

Semua amal perbuatan manusia telah terputus jalinan maupun jaringannya dengan kehidupan alam dunia, kecuali tiga hal sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ


Artinya: dari Abi Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal; sedekah jariyah, illmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendo’akannya.”


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : 

إِنَّ أَبِـيْ مَاتَ وَتَـرَكَ مَالًا، وَلَـمْ يُـوْصِ، فَهَلْ يُـكَـفّـِرُ عَنْـهُ أَنْ أَتـَصَدَّقَ عَنْـهُ؟ قَالَ: نَـعَمْ


“Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan meninggalkan harta, tetapi ia tidak berwasiat. Apakah (Allâh) akan menghapuskan (kesalahan)nya karena sedekahku atas namanya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya.”


Maka, sedekah apa yang paling utama?

Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibu Sa’ad telah meninggal, maka sedekah apa yang paling utama? Rasulullah menjawab; ‘Sedekah air.’ Kemudian Sa’ad menggali sumur dan dia berkata; ‘Ini sedekah milik ibu Sa’ad.’


Comments :

Belum ada Komentar yang ditampilkan

Kirim Komentar